Malam Pertama Anda Dijamin Sukses, Jika Melakukan 5 Hal Ini

malam pertama pengantin baru romantis

Di artikel ini akan kita bahas masalah super penting yang harus Anda (calon pengantin pria) tahu, agar malam pertama Anda sukses.

malam pertama pengantin baru romantis

Lalu apa ukuran malam pertama sukses ?

Sebetulnya dalam hubungan intim, patokan sukses adalah kedua belah pihak sama-sama mencapai kepuasan (orgasme). Namun karena ini malam pertama, malam pertama kali bercinta bagi kedua belah pihak yang belum berpengalaman, untuk bisa dikatakan sukses minimal si pria bisa berhasil merobek selaput dara wanita.

Lalu kenapa yang dibahas pria bukan wanita ?

Karena pria adalah pemimpin. Bukan hanya di luar kamar, dalam urusan kamar pria adalah pemimpinnya. Pria adalah pihak yang aktif, sedang wanita pihak pasif.

Pria bertanggung jawab mengatur alur permainan ranjang, membuat wanita merasa nyaman, membuat wanita pasrah penuh cinta untuk dicumbu dan ujung-ujungnya pria dituntut mampu membuat wanita orgasme.

Baik, mari kita bahas hal-hal yang wajib dilakukan pria agar malam pertama berhasil :

Di Malam Pertama, Pria Menyiapkan Dirinya Dalam Kondisi Bersih

Jika wanita sudah menerima Anda sebagai suami, maka faktor ketampanan tidak perlu dipermasalahkan. Namun hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah faktor kebersihan. Maksud bersih di sini tentu juga termasuk kerapian.

Rambut, telinga, mulut, kulit, ketiak dan area kelamin harus dalam kondisi benar-benar bersih.

Bayangkan saja…misal istri Anda cantik, tapi suatu ketika kulit mukanya kotor penuh minyak kayak penggorengan. Tentu Anda ilfil ketika dirinya mengajak berciuman.

Sebaliknya, hal ini juga sama bagi dirinya. Jika rambut Anda kusam penuh ketombe, muka penuh jerawat segede jagung, tentu dia juga mikir kalo Anda mengajaknya ciuman.

Padahal…

Ciuman adalah gerbang utama untuk aktivitas bercinta selanjutnya.

Jadi Anda harus benar-benar rapi dan bersih. Cukur rapi rambut dan kasih perawatan sebelum nikah jika banyak ketombe. Kulit, dari muka hingga kaki dijaga bersih dan segar. Tidak kusam, berminyak apalagi dibiarkan jerawatan. Rapikan kumis atau jenggot (kalau punya). Cukur bersih bulu ketiak dan kemaluan. Bersihkan telinga dengan cotton bud. Rajin gosok gigi. Potong dan rapikan kuku-kuku, terutama kuku tangan. Karena akan banyak digunakan saat permainan di malam pertama.

Saat Malam Pertama, Harus Bebas Dari Bau

Ok…sekarang Anda sudah bersih. Namun ternyata ini tidak cukup. Anda juga harus bebas dari segala macam bau, seperti : Bau mulut, bau keringat hingga bau kaki.

Percayalah !!!

Sesensual apapun bentuk bibir Anda, jika mulut Anda baunya nggak ketulungan, dijamin…jangankan diajak ciuman, diajak ngobrol juga istri ogah-ogahan.

Solusinya, saat mau melangsungkan malam pertama mandilah terlebih dahulu. Kemudian pakailah penyegar mulut dan parfum pengharum badan.

Nabi SAW sangat gemar bersiwak dan memakai wewangian. Dalam salah satu riwayat disebutkan, “Diberi kecintaan kepadaku daripada (urusan) dunia kamu, ialah : wanita, wewangian dan dijadikan kesejukan dimataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari jalan Anas bin Malik)

Tahu Apa Yang Harus Dilakukan Pas Malam Pertama

Sangat kebangetan jika saat malam pertama tidak tahu harus ngapain. Salah satu bentuk keseriusan saat Anda menikah, adalah mempersiapkan diri dengan ilmu bagaimana cara melangsungkan malam pertama.

Memang inti dari malam pertama adalah berhubungan intim suami istri. Dan yang banyak salah kaprah, hubungan intim adalah suatu yang alami, yang otomatis pasti bisa dilakukan tanpa perlu dipelajari.

Tapi sayangnya bukan seperti itu. Terbukti Nabi SAW mengajarkan tata cara bagaimana kedua pengantin melakukan malam pertama.

Nah si suami dituntut tahu apa yang harus dilakukan di malam pertama. Sekali lagi, suami adalah pemimpin. Pemimpinlah yang harus berinisiatif, mengatur, mengontrol dan membimbing jalannya permainan.

Lalu bagaimana bisa sukses jika pemimpinnya tidak tahu apa yang harus dilakukan ?

Tidak Terburu-Buru Di Malam Pertama

Terutama pria, yang memang secara alami diciptakan belahan otak seksualnya lebih besar dibanding wanita. Jika membayangkan malam pertama, maka yang lebih dominan dipikirannya adalah sex.

Ini tidak salah, karena memang sifat alaminya seperti itu.

Tapi tunggu… lawan main Anda bukan seperti itu. Wanita lebih dominan membayangkan keintiman perasaan, keromantisan.

Jadi jangan harap Anda berhasil (maaf) memasukkan batang senjata Anda sebelum membuat perasaannya nyaman merasakan keintiman secara psikologis, merasakan ikatan kemesraan secara psikis.

Memang nafsu Anda sudah tak tertahankan (serasa ingin meledak), namun Anda dituntut untuk tidak terburu-buru. Atau dalam istilah Jawa-nya “grusa-grusu”. Seloww men…

Berkomunikasi dan berinteraksilah terlebih dahulu dengan mesra dan romantis. Jika hati istri sudah kena, maka secara otomatis dia akan bahagia Anda ajak bercumbu intim.

Sebelumnya lakukan foreplay dengan merangsang semua indra-nya, tatapan mesra, kata-kata romantis, cumbuan pada lidah, rabaan pada area sensitifnya. Ini semua akan membuat liang surgawi-nya mengeluarkan banyak cairan. Sehingga memudahkan Anda merenggut keperawanannya.

Ibnu Hazm menceritakan dalam kitabnya Thauq Al-Hamamah,

“Pernah ada seorang pria di Baghdad yang menikahi gadis yang dicintainya. Namun malam pertamanya berantakan, si gadis lari dan tidak pernah mau kembali padanya.

Penyebabnya adalah, ketika malam pertama, tanpa pendahuluan, terburu-buru si pria langsung mengajak bersetubuh dengan langsung membuka seluruh bajunya. Si gadis yang kondisi kejiwaanya masih tegang, baru pertama kali berdua di kamar dengan seorang pria, langsung kaget dan ketakutan melihat besarnya kemaluan si pria. Sehingga dia pun lari dan tidak pernah mau lagi kembali pada pria tersebut”

Bisa Mengontrol Gairah, Sehingga Tahan Lama

Bisa dikatakan, inilah tantangan terberat seorang pengantin pria. Dia begitu besar nafsunya, seperti ingin meledak. Besarnya nafsu inilah yang membuatnya sulit mengontrol.

Dan yang banyak terjadi, si pria sudah ejakulasi (keluar sperma) ketika selaput dara vagina belum berhasil ditembus. Bahkan yang lebih parah, baru melakukan foreplay ada yang sudah keluar. Inilah yang sering disebut dengan ejakulasi dini.

60% pria baru menikah mengalami ejakulasi dini. Begitu yang pernah diungkapkan oleh dr. Heru H. Oentoeng, M.Repro, Sp.And, FIAS  dalam suatu seminar  seksualitas.