Malam Pertama Menurut Islam, Begini Lho Yang Bener

doa dan sunnah malam pertama pengantin

Setelah membaca artikel ini “Malam Pertama Menurut Islam, Begini Lho Yang Bener”, Anda akan tahu bagaimana cara melangsungkan malam pertama menurut Islam yang benar.

Malam Pertama Menurut Islam, Begini Lho Yang Bener

Mengetahui hal tersebut dan mengamalkannya, membuat Anda mendapat dua keuntungan:

Pertama, Anda sukses melangsungkan malam pertama yang romantis, karena tinggal mengikuti petunjuk step by step, tidak bingung apa yang harus dilakukan di malam pertama.

Kedua, Anda mendapatkan pahala karena melakukan malam pertama sesuai ajaran Islam.

Artikel ini diambil dari buku kado pernikahan best seller di timur tengah karya Majdi bin Manshur bin Sayyid Asy-Syuri yang berjudul Tuhfatul Arusain atau Mahkota Pengantin dalam edisi bahasa Indonesia-nya.

Bagaimana Melangsungkan Malam Pertama Menurut Islam ?

Pengantin Masuk Kamar dengan Kaki Kanan dan Mengucap Salam

Setelah dilaksanakan akad nikah dan do’a dipanjatkan untuk kedua mempelai, pengantin pria dan wanita masuk ke rumah atau kamar yang sudah dipersiapkan.

Pada malam pertama kedua pengantin memasuki rumah/kamar yang sudah dipersiapkan dengan kaki kanan dan mengucapkan salam.

Sebetulnya “malam pertama” hanya istilah saja, karena kebanyakan pertemuan pertama “suami-istri baru” dilakukan di malam hari. Namun Islam tidak membatasi hanya malam hari. Jadi secara hukum boleh dilakukan kapan saja, baik siang, sore maupun malam yang penting setelah akad nikah, sah sebagai suami istri.

Memulai Malam Pertama Dengan Sholat dan Do’a

Setelah kedua pengantin memasuki kamar, disunnahkan melakukan sholat sunnah 2 rakaat dan dilakukan secara berjamaah antara kedua pengantin.

Hal ini sesuai riwayat shahih dari Abdullah bin Mas’ud. Ketika ada seorang pria yang datang kepadanya dan bertanya “Sesungguhnya aku menikah dengan wanita yang masih muda (masih gadis) dan aku takut bila ia benci padaku”.

Lalu Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Sesungguhnya cinta itu dari Allah dan kebencian itu dari setan. Dia (setan) bermaksud menjadikan kalian benci pada perkara yang dihalalkan Allah untuk kalian. Jika ia (istrimu) datang padamu maka suruhlah sholat 2 rakaat di belakangmu.”

Kemudian ucapkanlah “Allahumma Baariklii Fii Ahlii, Wa Baarik Lahum Fiyya, Allahummajma’ Bainanaa Maa Jama’ta Bikhoirin, Wa Farriq Bainanaa Idzaa Farraqta Ilaa Khoirin”

Yang artinya “Yaa Allah, jadikanlah aku sebagai keberkahan untuk keluargaku dan jadikanlah mereka sebagai keberkahan untukku. Yaa Allah, satukanlah di antara kami selama Engkau menyatukan kami dengan kebaikan dan pisahkanlah di antara kami, jika Engkau memisahkan kepada kebajikan”.(1)

Selain itu, hadits di atas juga dikuatkan dengan hadits lain sebagai berikut. Abu Sa’id maula Abu Usaid berkata, Aku menikah sedangkan aku hamba sahaya, maka aku mengundang sejumlah sahabat Nabi SAW, di antaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzar Alghifari dan Hudzaifah Ibnul Yaman. Shalatpun diiqamahkan, kemudian Abu Dzar hendak beranjak ke depan (hendak maju sebagai imam), maka mereka berkata “berhenti !”. Lalu Abu Dzar bertanya, “Apa memang begitu ?” Mereka menjawab, “Ya”. Aku pun maju menjadi imam bagi mereka, padahal aku hanyalah seorang hamba sahaya. Mereka juga mengajarkanku “Jika istrimu menemuimu, maka shalatlah dua rakaat. Setelah itu mohonlah kepada Allah kebaikan dari apa yang masuk padamu dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukannya, kemudian tentang urusanmu dan urusan istrimu” (2)

Meletakkan Tangan Di Kepala Istri dan Mendo’akannya

Sebagaimana riwayat Abu Dawud, Nabi SAW bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian menikahi wanita atau membeli hamba sahaya, maka peganglah ubun-ubunnya lalu ucapkanlah do’a keberkahan…” (3)

Do’a keberkahan yang dimaksud adalah “Allahumma Innii As aluka Khairoha Wa Khairo Maa Jabaltahaa ‘Alahi Wa A’uudzu Bika Min Syarrihaa Wa Min Syarri Maa Jabaltahaa ‘Alaih”

doa untuk istri di malam pertamaArtinya : ” Yaa Allah..aku memohon kepada Engkau akan kebaikannya dan kebaikan yang Engkau kodratkan padanya. Dan aku berlindung kepada Engkau dari keburukannya dan keburukan yang Engkau kodratkan padanya.”

Memberikan Ciuman Di Dahi Istri

Setelah mendo’akan istri, pengantin pria meletakkan kedua tangannya di kedua pundak atau leher istri, kemudian mencium dahi istri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Hal ini sangat penting, sebagai pendahuluan persiapan mental psikologis bagi pengantin tersebut. Sehingga mengurangi rasa takut atau nervous terutama bagi pengantin wanita.

Kemudian pengantin pria mempersilakan pengantin wanita untuk masuk ke ranjang untuk mengambil nafas, guna menenangkan diri. Setelah mendapatkan ciuman pertama kali dalam hidupnya dari seorang pria lain yang sekarang sudah halal menjadi suaminya.

Lalu dianjurkan bagi pengantin wanita untuk berhias mempercantik diri. Hal ini juga sebagai upaya kesiapan psikologis setelah mendapat ciuman dan mengurangi rasa takut atau grogi untuk menghadapi momen romantis selanjutnya.

Bercumbu Rayu Dengan Lembut dan Mesra

Bagi kedua pengantin (terutama pengantin wanita), sudah sangat wajar kalau merasa sangat grogi, sangat nervous. Karena berdua dalam suatu ruangan dengan lawan jenis yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan sekarang semuanya sudah menjadi halal untuk melakukan hal yang paling intim dari hubungan kedua jenis insan manusia.

Betapa indahnya Islam, segala hal termasuk melakukan malam pertama, diberikan petunjuk tata caranya atau  SOP-nya. Sehingga umatnya tidak bingung apa yang harus dilakukan ketika malam pertama.

Semua rangkaian dari mulai sholat dua rakaat berjamaah, memegang kepala istri dan mendo’akannya dengan kasih sayang, mencium lembut dahinya, memiliki efek menurunkan ketegangan atau nervous saat malam pertama.

Hingga sebelum melakukan persetubuhan di malam pertama, untuk memberi ketenangan dan menurunkan rasa nervous, Islam masih menambahkan anjuran berupa cumbu rayu sebelum bersetubuh.

Ingat ! rasa tegang, takut dan nervous yang berlebih pada pengantin wanita membuat dirinya susah untuk melangsungkan persetubuhan. Karena tanpa rasa nyaman dan tenang, organ intimnya tidak mau mengeluarkan cairan pelumas.

Di mana jika pengantin pria memaksakan persetubuhan, sementara organ intim belum mengeluarkan pelumas, maka hal ini akan sangat menyakitkan baginya.

Persetubuhan itu bukan hanya masalah aspek fisik. Pikiran, mental, rasa kasih sayang dari hati dan fisik itu sendiri, semua harus terlibat sehingga bisa melangsungkan persetubuhan yang romantis dan memberikan kenikmatan serta kebahagiaan kedua belah pihak. Dan inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

Untuk itu sebelum melakukan persetubuhan, harus dimulai dengan cumbu rayu hingga pengantin wanita mulai merasa nyaman berada di samping pengantin pria.

Lalu bagaimana cara cumbu rayu bagi kedua pengantin baru yang belum pernah saling kenal ?

Nabi SAW mencontohkan dengan cara memberi segelas air minum kepada ‘Aisyah saat memulai malam pertama (4).

Anda pun dianjurkan mencontoh apa yang dilakukan Nabi SAW. Setelah istri berhias, Anda mempersilakan dirinya duduk di ranjang di sebelah Anda. Kemudian Anda minum sedikit air dari gelas dan memberikan sisanya kepada istri.

Setelah istri Anda suapi dengan beberapa teguk air minum, bisa Anda lanjutkan menyuapinya dengan beberapa makanan kecil seperti manisan atau kue-kue ringan. Dengan langkah ini otomatis akan timbul percakapan dan interaksi yang mencairkan suasana.

Setelah sekian lama interaksi, secara otomatis pasangan pengantin pria dan wanita akan saling pegang, raba dan cium. Jika pengantin wanita sudah terlihat menikmati cumbuan, rabaan dan ciuman tanpa terlihat tegang, di sinilah waktu yang sangat tepat untuk melangsungkan persetubuhan.

Berhubungan Intim di Malam Pertama

Sebelum berhubungan intim, sangat dianjurkan pengantin pria membuat pengantin wanita tenang, nyaman kemudian mencumbuinya dengan lemah lembut dan mesra. Sehingga pengantin wanita jinak bersamanya dan enjoy menikmati foreplay.

Sebelum berhubungan intim, berdo’alah sebagaimana yang telah diajarkan Nabi SAW :

doa berhubungan intim malam pertama

“Bismillahi, Allahumma Jannibnasy Syaitona Wa Jannibisy Syaitona Maa Rozaqtanaa”

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah, Yaa Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari anak yang akan Engkau karuniakan pada kami” 

Nabi SAW bersabda: “Maka, jika Allah mentakdirkan lahirnya seorang anak dari persetubuhan antara keduanya, niscaya setan tidak akan membahayakannya selamanya.” (4)

Agar mudah merobek selaput dara tanpa membuatnya terlalu sakit, cumbuilah bagian pangkal kedua paha wanita. Dengan cara ini membuat liang senggama meregang dan mengeluarkan banyak cairan. Sehingga mudah untuk dimasuki penis.

Saat memasukkan penis, harus dengan pelan dan perlahan. Stop sementara jika pengantin wanita merasa kesakitan. Kemudian lanjutkan hingga penis bisa merobek selaput dara dan berhasil masuk ke liang senggama. Ketika sudah berhasil masuk, istirahatlah sejenak membiarkan bekas darah hilang dan untuk menenangkan istri setelah robek selaput daranya.

Posisi terbaik saat memasukkan penis adalah wanita tidur terlentang sambil mengangkat kedua paha. Dan ketika prosesi memasukkan penis, pengantin pria melakukannya sambil mencumbui bibir istri atau bagian tubuh lain yang mudah terangsang. Sehingga istri tidak terlalu fokus di liang senggama yang bisa membuatnya takut.

Jika Ingin Mengulangi Persetubuhan Malam Pertama

Sangat wajar bagi pengantin baru, melangsungkan persetubuhan berulang hingga satu waktu. Hal yang perlu diperhatikan yaitu dianjurkan untuk pengantin pria wudlu terlebih dahulu setiap hendak mengulangi persetubuhan.

Hal ini, selain mengikuti tuntunan Nabi SAW, juga memberikan kesegeran yang bisa menimbulkan kekuatan baru pada fisik.