Mani Encer Ejakulasi Dini : 7 Mitos dan Fakta Mengejutkan Seputar Ejakulasi Dini

Mani Encer / Ejakulasi Dini Pria : 7 Mitos dan Fakta Mengejutkan Seputar ED – Salah satu fakta yang tidak terbantahkan, “kegantengan, kekayaan, tingginya jabatan seorang pria” tidak bisa menggantikan kebahagiaan seksual seorang wanita.

Ada banyak faktor penentu kebahagiaan seksual, tapi yang paling mendominasi adalah 2 hal ini : keras dan tahan lama.

mani encer_ejakulasi dini fakta dan mitos

Daftar Isi

Topik pria “tahan lama”, adalah masalah yang paling mendominasi di bidang kesehatan seksual pria. Meskipun efeknya tidak semenakutkan impotensi, tetapi secara jumlah penderita, ejakulasi dini lebih banyak dibanding impotensi.

30-40% dari total pria menderita ejakulasi dini. Sedangkan pada kasus impotensi, hanya terjadi pada sekitar 6% dari total pria. (Source : Dr. Michael Roizen, MD).

Dengan jumlah penderita yang besar, maka tak heran jika ejakulasi dini menjadi topik paling terkenal di antara pria.

Dan seakan sudah menjadi hukum alam, sesuatu yang terkenal akan diikuti banyak rumor / mitos yang menyertainya.

PapaTahanLama sangat mengerti, jika Anda (penderita ED) sangat menginginkan kesembuhan bukan ?…

“Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menuju kesembuhan adalah bisa membedakan mana mitos dan mana fakta dari banyaknya rumor yang beredar. Mengetahui fakta akan menuntun Anda ke trek yang tepat menuju kesembuhan.”

Nah pada postingan kali ini, PapaTahanLama akan memaparkan 7 mitos dan 7 fakta seputar ED.

Jadi mari kita lihat mitos dan fakta tersebut…

7 Mitos dan 7 Fakta Mengejutkan Dari Ejakulasi Dini :

Mitos No.1, Ejakulasi Dini Tidak Bisa Hamil dan Punya Anak

Fakta : Yang benar, ejakulasi dini menyebabkan tidak bisa hamil dan tidak punya anak jika pria tidak mampu penetrasi sama sekali. Artinya selalu keluar lebih dahulu ketika baru foreplay.

Tapi jika ejakulasi terjadi ketika penis sudah penetrasi (Mr. P sudah masuk ke Miss V), kemungkinan hamil tetap ada. Kehamilan lebih ditentukan oleh kualitas sperma, bukan oleh lama tidaknya hubungan intim.

Mitos No.2, Ejakulasi Dini Tidak Bisa Disembuhkan

Fakta : Yang benar, tergantung dari tipe atau jenis ejakulasi dini yang diderita pria. Ada 4 jenis tipe ejakulasi dini : tipe primer (seumur hidup), tipe sekunder (temporer), tipe subyektif, tipe variable premature ejaculation.

Dari keempat tipe tersebut yang paling susah adalah tipe primer (ED seumur hidup) karena 91% penyebabnya adalah faktor genetik / keturunan. Memang tipe ini tidak bisa disembuhkan, TAPI BISA DIMANAGE atau diatur.

Maksudnya dimanage ?

Sebagai analogi adalah orang yang memiliki genetik mudah gemuk.

Sedikit kelebihan makan karbohidrat atau lemak, maka tubuhnya gampang melar. Berbeda dengan orang yang genetiknya / bawaan lahirnya kurus. Meskipun makan karbohidrat dan lemak dalam porsi banyak (bisa 3x lipat porsi orang yang bergenetik mudah gemuk) tetap saja badannya kurus.

Genetik kurus, tanpa perlu susah payah usaha, makan sekenanya dalam porsi banyak, badannya tetap kurus. Tapi bagi yang bergenetik gemuk, harus ada upaya  untuk ME-MANAGE bodinya agar tetap langsing, seperti rajin olahraga, menjaga pola diet dll.

Jadi orang bergenetik gemuk tidak bisa disembuhkan permanen. Misal si gemuk melakukan program diet dan berhasil, terus selanjutnya bisa langsing permanen. Kasus sperti ini hampir sulit terjadi.

Yang bisa dilakukan agar tetap langsing adalah dengan tetap ME-MANAGE tubuhnya dengan pola diet dan gaya hidup sehat.

Sama halnya dengan pria dengan ejakulasi dini primer. Ketika menjalankan treatment dan berhasil, dia mampu TAHAN LAMA.

Tapi setelah itu dia harus menjaganya dengan tetap berlatih seperti saat treatment, meskipun tentu intensitas dan porsi latihan yang dibutuhkan tidak sebanyak saat program penyembuhan.

Mitos No.3, Ejakulasi Dini adalah Penyakit

Fakta : Yang benar, ejakulasi dini adalah gangguan seksual baik tanpa sebab jelas maupun karena adanya penyakit yang menyebabkan terjadinya. Jadi ejakulasi dini itu efek, sama sekali bukan penyakit.

Hal yang pasti dari ejakulasi dini adalah lemahnya otot PB (panggul bawah) atau otot PC dalam mengontrol ejakulasi. Penyebab lemahnya otot PB, hingga saat ini para dokter belum mengetahui secara pasti, hanya bisa mengkira-kira.

Karena faktanya, tidak sedikit penderita ejakulasi dini adalah pria yang sehat prima baik secara fisik maupun psikis.

Mitos No. 4, Ejakulasi Dini Terjadi Saat Penis Penetrasi

Fakta : Ejakulasi dini tidak hanya terjadi saat penetrasi.

Untuk tipe ejakulasi dini kelas berat, sperma sudah muntah bahkan saat baru menempel di bibir vagina. Sama sekali belum penetrasi.

Mitos No. 5, ED adalah Masalah Psikologis

Fakta : Memang sebagian besar dokter menganggap ejakulasi dini penyebab terbesarnya adalah faktor psikologis, sehingga seringnya penderita ED diberi obat antidepresan (SSRI).

Namun ED tidak melulu soal psikologis, karena nyatanya banyak pria sehat fisik dan psikis mengalami ejakulasi dini.

Jadi ejakulasi dini bukan masalah psikologis, tapi masalah psikologis bisa mempengaruhi munculnya ED.

Mitos No. 6, ED Hanya Terjadi Pada Pria Usia Muda

Fakta : 60% Pria muda saat pertama kali melakukan hubungan intim mengalami ejakulasi dini. Tapi hal ini tidak bisa menjustifikasi dia terkena ejakulasi dini. Hal ini lebih karena faktor nervous akibat belum memiliki pengalaman.

Jika memang pada dasarnya ia tidak menderita ED, seiring dengan pengalaman ia mampu bercinta dengan normal tanpa ED. Bagi yang menderita ED, meskipun bercinta berkali-kali tetap saja dia mudah keluar.

Usia sama sekali tidak berpengaruh dengan ejakulasi dini. Untuk membuktikan fakta ini, silakan lihat grafik di bawah ini :

mani encer_tidak bisa disembuhkan
(Source : Research Gate, Devaka JS Fernando)

Note : Jangan salah baca ! ED (Erectile Dysfunction = Impotent), PE (Premature Ejaculation = ED)

Jika melihat grafik di atas, penderita ejakulasi dini usia 20-30 tahun sekitar 35%, usia 31-40 tahun sekitar 30%, usia 41-50 tahun  sekitar 45%, usia 51-60 tahun sekitar 35% dan usia 61-70 sekitar 40%.

Mitos No. 7, Dikatakan Mengidap Ejakulasi Dini Jika Durasi < 1 Menit

Fakta : Sampai sekarang masih berbeda pendapat di kalangan seksolog tentang berapa lama durasi ML seoarang pria, sehingga dia dikatakan sebagai pria ED.

Makanya banyak muncul tools atau kuesioner untuk  mendiagnosis apakah pria menderita ejakulasi dini atau tidak.

Yang lebih penting daripada mencari tahu berapa lama patokan seorang pria dijustifikasi menderita ejakulasi dini, adalah 2 hal sebagai berikut:

  1. Ketahui berapa lama durasi ML yang istri Anda butuhkan untuk orgasme dan berapa lama kemampuan Anda untuk tahan ejakulasi
  2. Lakukan Treatment agar Anda mampu tahan lama melebihi waktu yang dibutuhkan istri untuk orgasme

Kecuali jika istri Anda termasuk di atas rata-rata, butuh 20 menit lebih (saat penetrasi) untuk orgasme, maka istri Anda juga perlu treatment latihan agar mudah dan cepat mencapai orgasme.

Banyak terapi dan latihan tersedia di tempat-tempat kebugaran untuk membuat wanita bisa lebih cepat mencapai orgasme.

Karena pada dasarnya, keumuman (tapi tidak semua) wanita adalah lama untuk orgasme dan pria lebih cepat orgasme. Berita baiknya, keduanya bisa ditreatment.

Wanita butuh treatment agar bisa segera orgasme saat ML. Dan kebalikannya, pria butuh treatment agar bisa tahan lama.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *