Ejakulasi Dini Pria : Bagaimana Diagnosis Pastinya ? (Penting !)

Ejakulasi Dini Pria : Bagaimana Diagnosis Pastinya ? (Penting !) – Menentukan diagnosis apakah Anda benar-benar mengalami ejakulasi dini atau tidak merupakan langkah penting untuk membangun hubungan pasutri yang sehat dan positif dalam jangka panjang.

Daftar Isi

Mengapa diagnosis ejakulasi dini dianggap penting ?…

diagnosa gejala ejakulasi dini

Bayangkan seorang pria, dia susah payah berusaha menyembuhkan “apa yang dia anggap” sebagai ejakulasi dini. Ini ia lakukan karena istrinya sering mengeluh, merasa dirinya tidak mendapatkan kepuasan dalam hubungan intim.

Setelah periksa ke dokter, dia dinyatakan tidak mengalami ejakulasi dini. Menurut sang dokter, istrinya lah yang mengalami gangguan seksual menderita kesusahan orgasme.

Ya, si pria ternyata mampu menahan selama 10 menit sesi penetrasi saat berhubungan intim. Bahkan terkadang bisa lebih lama dari itu. Tetapi istri masih merasa tidak terpuaskan.

Melihat kasus di atas, tentunya pengobatan yang dilakukan menjadi salah alamat. Seharusnya yang perlu melakukan pengobatan adalah si istri, bukan sang suami.

Lalu Bagaimana Sih Patokan Pasti Pria Didiagnosis Mengalami Ejakulasi Dini ?

Banyak pria yang merasa dirinya mengalami ejakulasi dini padahal mampu bertahan lebih dari 15 menit.

Sebaliknya, tidak sedikit juga pria yang merasa dirinya  baik-baik saja, tidak mengalami ejakulasi dini. Padahal dia hanya mampu bertahan 5 menit saat penetrasi hubungan badan.

Untuk itu Anda harus baca kata perkata artikel berikut ini agar bisa mendiagnosa apakah Anda termasuk pria ED atau bukan.

Definisi Ejakulasi Dini…

Pada tahun 2007 di Amsterdam, sekelompok grup ahli seksualitas berkumpul membahas penentuan pasti diagnosis ejakulasi dini. Hasil dari pertemuan itu menyimpulkan ejakulasi dini, kurang lebih sebagai berikut :

“Ejakulasi dini adalah disfungsi seksual laki-laki yang ditandai dengan ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi sebelum atau dalam sekitar satu menit penetrasi vagina, dan ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi vagina, dan disertai konsekuensi pribadi negatif, seperti frustrasi dan / atau menghindar dari hubungan intim ”
– International Society for Sexual Medicine (ISSM)

Begitulah definisi dari salah satu badan ternama dalam urusan seksual. Tapi apakah definisi ini pasti…Mari kita lanjut. Salah satu lembaga nirlaba kesehatan yang juga cukup populer, Mayo Clinic – Mengeluarkan statemen yang sedikit berbeda dari ISSM. Begini definisi ejakulasi dini menurut Mayo Clinic :

“Ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria mengalami ejakulasi lebih cepat selama hubungan seksual daripada yang diinginkan baik olehnya maupun pasangannya”

Jika merujuk pada guidelines yang dikeluarkan oleh European Urologists Association pada tahun 2009, untuk menetapkan seorang pria didiagnosis mengalami ejakulasi dini atau tidak, berikut ada 3 metode :

  1. Dengan menggunakan stopwatch, hitung berapa lama durasi penetrasi Mr. P ke vagina. Cara ini dikenal dengan Intravaginal Ejaculation Latency Time (IELT). Jika nilai IELT atau durasi penetrasi di bawah 2 menit, maka Anda mengalami ejakulasi dini.
  2. Dengan kuesioner yang terdiri dari 7 rangkaian pertanyaan meliputi : hasrat seksual, kekerasan ereksi saat penetrasi, waktu ejakulasi, kontrol ejakulasi, tingkat kepuasan pasangan, kecemasan atau depresi. Metode diagnosis ini dinamakan dengan Arabic Index of Premature Ejaculation (AIPE). 
  3. Metode ketiga ini hampir sama modelnya dengan yang nomor 2. Yaitu berupa serangkaian pertanyaan pada sebuah kuesioner. Metode nomor 3 ini dikenal dengan Premature Ejaculation Diagnostic Tool (PEDT). Anda didiagnosis pasti mengalami ejakulasi dini jika skor PEDT ≥ 11, skor 9-10 menandakan kemungkinan Anda mengalami ejakulasi dini dan skor 8 ke bawah, Anda pasti tidak mengalami ejakulasi dini.

Dari ketiga metode diagnosis yang dikeluarkan oleh European Urologists Association, metode nomor 3 (PEDT) menurut kami lebih masuk akal daripada metode nomor 1 dan 2.

Berikut kuesioner daftar pertanyaan diagnosis ejakulasi dini dengan metode nomor 3. Silakan Anda ikuti kuesioner di bawah ini untuk menilai diri Anda mengalami ejakulasi dini atau tidak.

Kuesioner PEDT (Premature Ejaculation Diagnostic Tool)

A. Seberapa susahkah Anda menunda Terjadinya Ejakulasi Dini :

  1. Tidak susah sama sekali
  2. Sedikit agak susah
  3. Susah
  4. Sangat susah
  5. Sangat susah sekali

B. Saat bercinta, Apakah pernah mengalami ejakulasi padahal Anda belum menginginkannya :

  1. Tidak pernah, setiap bercinta selalu ejakulasi di saat Saya menginginkannya
  2. Kira-kira 25% dari total bercinta pernah mengalami
  3. Kira-kira 50% dari total bercinta pernah mengalami
  4. Kira-kira 75% dari total bercinta pernah mengalami
  5. Hampir setiap bercinta selalu mengalami ejakulasi sebelum menginginkannya

C. Apakah Anda pernah mengalami ejakulasi hanya dengan sedikit rangsangan (gesekan saat penetrasi vagina) :

  1. Tidak pernah, setiap bercinta selalu ejakulasi setelah mengalami banyak rangsangan penetrasi
  2. Kira-kira 25% dari total bercinta pernah mengalami
  3. Kira-kira 50% dari total bercinta pernah mengalami
  4. Kira-kira 75% dari total bercinta pernah mengalami
  5. Hampir setiap bercinta selalu mengalami ejakulasi hanay dengan sedikit gesekan penetrasi

D. Apakah Anda merasa frustasi dengan ejakulasi dini :

  1. Tidak sama sekali
  2. Agak frustasi
  3. Frustasi
  4. Sangat frustasi
  5. Sangat frustasi sekali

E. Apa Anda merasa khawatir pasangan tidak puas karena ejakulasi dini yang Anda alami :

  1. Tidak sama sekali
  2. Agak khawatir
  3. Khawatir
  4. Sangat khawatir
  5. Depresi, sangat khawatir sekali

Silakan pilih jawaban yang tersedia dari setiap 5 pertanyaan di atas dengan sejujur-jujurnya. Kemudian jumlahkan poin dari jawaban yang Anda pilih (angka yang bertanda kurung = poin).

Hasil diagnosis, poin ≥ 11 Anda pasti mengalami ejakulasi dini, poin 9-10 kemungkinan ya atau tidak Anda mengalami ejakulasi dini, poin 8 ke bawah, Anda pasti tidak mengalami ejakulasi dini.

Yang Lebih Penting dari Patokan Diagnosis Ejakulasi Dini

Seperti kita ketahui melalui keterangan-keterangan dokter, bahwa ejakulasi dini bukanlah suatu penyakit. Tetapi hanya sebuah prilaku ketidakmampuan ereksi dalam jangka waktu lama. Artinya secara fisik dan jiwa, kadang seseorang tidak mengalami suatu masalah. Tetapi mereka tidak mampu tahan lama saat ereksi.

Selanjutnya menimbang bahwa inti dari hubungan seksual antara pasangan suami istri, hal yang paling penting adalah kebahagiaan dan kenikmatan bersama. Maka sebaiknya mari Kita lupakan diagnosis-diagnosis di atas untuk mendefiniskan ejakulasi dini.

Kebahagiaan sifatnya abstrak, lebih ke perasaan. Sementara kenikmatan sifatnya lebih ke fisik jasmasni.Kebahagiaan bisa tercapai jika kedua belah pihak melakukannya dengan sama-sama cinta dan penuh hasrat. Sedang kenikmatan bisa tercapai jika keduanya sama-sama mengalami orgasme atau klimaks.

Jika Anda PeDe, bisa bertahan 3 menit, karena menurut metode IELT anda didiagnosis tidak mengalami ejakulas dini. Apakah lantas ini penting bagi hubungan intim Anda ?

Tentu sangat naif jika Anda menganggapnya demikian. Karena buat apa Anda merasa PeDe dengan bisa bertahan selama 3 menit, sementara istri Anda baru bisa orgasme jika penetrasi sudah mencapai 7 menit. Artinya istri tidak mendapatkan kenikmatan apa-apa saat berhubungan intim.

Sebagaiman telah Kami paparkan di artikel yang lain, menurut konsultan seksologi Amber Madison dari USA, rata-rata wanita bisa mencapai klimaks saat hubungan badan berlangsung 20 menit. Di mana 10 menit waktu foreplay dan 1 menit waktu penetrasi. Angka ini berdasarkan hasil survei dari pengalaman panjangnya dalam menangani klien.

Jadi patokan terbaik yang lebih penting dari sekedar patokan diagnosis ejakulasi dini adalah diskusikan dengan pasangan. Tanyakan ke dirinya, berapa lama penetrasi yang dia butuhkan untuk bisa mencapai orgasme. Kemudian Anda harus berusaha bagaimana caranya agar mampu menahan ejakulasi, minimal selama waktu yang dia butuhkan untuk mencapai orgasme. Jika bisa lebih lama, anggaplah itu bonus untuk Anda. 

Pengecualian, merujuk  hasil pengalaman Amber Madison, wanita rata-rata orgasme setelah 10 menit penetrasi. Sebagian Ada yang butuh hingga 26 menit (survey saucydates).

Jika istri Anda membutuhkan waktu jauh lebih lama dari itu, berarti ada masalah dengan istri Anda.

Segera bawa istri Anda ke klinik seksologi atau ke therapist seksual untuk mengatasi problem kesusahan orgasme yang dia alami.

Kesimpulan dari Diagnosis Pasti Mengenai Ejakulasi Dini

Inti dari hubungan seksual adalah tercapainya kenikmatan bersama, Anda dan Istri sama-sama bisa mencapai orgasme. Jadi daripada Anda pusing-pusing sibuk mencari tahu apakah Anda mengalami ED atau tidak, alangkah lebih penting Anda tanyakan ke istri, butuh berapa lama dia untuk bisa orgasme.

Setelah itu, Anda harus berusaha bagaimana caranya agar ejakulasi Anda minimal selama yang dia butuhkan untuk orgasme.

Kecuali jika durasi yang dibutuhkan istri Anda orgasme cukup jauh di atas 26 menit, berarti istri Anda yang bermasalah dengan kemampuan orgasmenya.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *