Cara Mengurangi Sensitivitas Mr. P Agar ML Lebih Lama, Mudah & Aman

Cara Mengurangi Sensitivitas Mr. P Agar ML Lebih Lama, Mudah & Aman – Jika penis Anda tidak sensitif maka susah tegang dan keras. Tapi jika penis Anda terlalu sensitif, maka akan mudah terangsang dan ketika berhubungan seksual gairah Anda akan cepat mencapai klimaks.

Penis hipersensitive (terlalu sensitif) adalah masalah umum bagi pria di segala jenjang usia. Rata-rata keluhan yang muncul akibat penis yang terlalu sensitif adalah ejakulasi dini (ED).

Daftar Isi Cara Mengurangi Sensitivitas Penis

Hampir setiap pria ED menjadikan penisnya yang terlalu sensitif sebagai kambing hitam penyebab ejakulasi dini. Sehingga dirinya tidak mampu mendapatkan kenikmatan seksual plus tidak mampu memberikan kepuasan kepada pasangannya.

Selanjutnya dicarilah cara-cara untuk mengurangi sensitivitas penisnya.

Nah… jika Anda termasuk pria yang memiliki keluhan penis terlalu sensitif, baca baik-baik artikel ini kata demi kata.

PapaTahanLama akan tunjukkan langkah mudah dan aman bagaimana cara mengurangi sensitivitas Mr. P agar Anda mampu memperlama durasi hubungan intim.

Sensitivitas Mr. P Penyebab ED, Benarkah ?

Penis hipersensitive telah lama diperdebatkan sebagai penyebab utama ejakulasi dini. Perdebatan muncul karena beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berlawanan.

Di mana satu penelitian tidak menemukan adanya korelasi penis hipersensitive dan ED. Sedangkan penelitian lainnya menunjukkan bahwa penis hipersensitive penyebab terjadinya ED.

Dalam sebuah jurnal urology, Xin ZC dkk (peneliti dari korea) menyimpulkan hasil peneletiannya bahwa pria pengidap ejakulasi dini primer memiliki penis hipersensitive. Penelitiannya bisa cek di SINI .

Dalam penelitian Xin ZC yang lain, secara konsisten hasilnya juga menunjukkan hal yang sama bahwa pria ED rata-rata memiliki penis yang lebih sensitive dibanding pria normal.

Hasil peneliti lain menunjukkan hal sebaliknya. Paic JS dkk dari Fakultas Kedokteran Seoul National University meneliti hubungan sensitivitas penis dan ejakulasi dini. Hasilnya tidak ada korelasi yang kuat antara ejakulasi dini dan sensitivitas penis.

Mengurangi Sensitivitas Mr. P Memperlama ML

Meskipun masih menjadi perdebatan apakah penis terlalu sensitif menyebabkan ejakulasi dini atau tidak, faktanya mengurangi sensitivitas Mr. P bisa memperlama durasi penetrasi saat hubungan intim.

Kok bisa ?

Begini penjelasannya…

Ejakulasi terjadi saat level gairah seksual mencapai puncak. Jika Anda mampu menjaga level gairah agar tidak segera mencapai level puncak, maka Anda mampu memperlama durasi penetrasi vagina.

Perlu Anda ketahui, level gairah seksual meningkat melalui 2 stimulus (rangsangan) sebagai berikut :

1. Stimulus Psikologis

Stimulus psikologis bisa berupa melihat lawan jenis yang seksi atau mendengar kata-kata erotis.

Ketika Anda melihat atau mendengar sesuatu yang erotis, otak Anda akan menerjemahkannya sebagai stimulus psikologis. Selanjutnya memprovokosi detak jantung, aliran darah meningkat dan membuat batang Mr. P mulai tegang.

2. Stimulus Fisik

Berbeda dengan stimulus psikologis, stimulus fisik bisa berupa sentuhan, ciuman dan rangsangan langsung pada Mr. P baik dengan tangan, mulut maupun penetrasi vagina.

“Stimulus fisik terbesar adalah rangsangan langsung terhadap penis”.

Pada tulisan ini, term stimulus fisik berarti rangsangan terhadap penis baik penetrasi vagina, oral (dengan mulut) maupun dengan tangan.

Berdasarkan stimulus untuk meningkatkan level gairah, pria dibagi 4 tipe :

  1. Pria A (Normal), Pria yang secara psikologis maupun fisik, sensitivitasnya normal.
  2. Pria B, sensitif terhadap stimulus fisik
  3. Pria C, sensitif baik terhadap stimulus fisik maupun psikologis
  4. Pria D, sensitif terhadap stimulus psikologis

Untuk melihat perbedaan durasi lama hubungan intim masing-masing tipe pria di atas, sebelum dan sesudah penis dikurangi sensitivitasnya, bisa lihat grafik di bawah ini :

mengurangi sensitivitas mr p penis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

cara mengurangi sensitivitas penis_Mr P

Dari kedua grafik di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  • Pria normal (A) memiliki durasi bercinta paling lama (grafik hijau).
  • Pria yang sensitif secara fisik (Pria B:grafik biru) ternyata mampu bercinta lebih lama dibanding pria yang sensitif secara psikologis (pria C:grafik kuning).
  • Setelah sensitivitas penis dikurangi, masing-masing tipe pria mampu menambah durasi lama bercinta. Pria normal (A) yang sebelumnya hanya mampu bertahan 8 menit (durasi penetrasi), setelah sensitivitas penis berkurang mampu menahan ejakulasi menjadi 10 menit.
  • Pria C, sebelumnya hanya mampu bertahan 30 detik (durasi penetrasi), setelah sensitivitas berkurang baru mengalami ejakulasi setelah 3 menit.

Note : Nilai durasi dalam kedua grafik di atas hanyalah angka contoh. Karena secara fakta, banyak pria normal yang mampu bercinta 45 menit hingga sejam ketika sensitivitasnya dikurangi.

Kembali lagi ke kasus ejakulasi dini, di mana seorang pria tidak mampu membuat pasangannya puas (mencapai orgasme) saat bercinta.

Ketika Anda termasuk pria yang tidak mampu mengantarkan istri mencapai orgasme (selalu keluar duluan sebelum pasangan Anda), coba cek manakah pengaruh stimulus yang dominan. Apakah stimulus fisik (penis terlalu sensitive) ataukah stimulus psikologis.

Cara mengeceknya mudah, kurangi sensitivitas penis Anda. Ketika penis Anda dirasa tidak sensitif, tetapi masih cepat keluar (ejakulasi), berarti Anda lebih dominan terangsang secara psikologis.

2 Cara Mengurangi Sensitivitas Mr. P

Ada dua cara umum yang digunakan untuk mengurangi sensitivitas Mr. P yaitu :

  1. Menguransi sensitivitas penis dengan Operasi saraf dorsal penis
  2. Penggunaan anestesi topikal (bius lokal) untuk mengurangi sensitivitas penis

Mari PapaTahanLama jelaskan masing-masing cara tersebut :

1. Mengurangi Sensitivitas Penis Dengan Operasi

Banyak klinik pasutri yang menawarkan program penyembuhan ejakulasi dini dengan operasi saraf dorsal (dorsal nerves) penis.

cara menghilangkan sensitivitas penis

Ide dasarnya adalah pria ejakulasi dini memiliki penis sensitif. Melakukan operasi dengan mengeluarkan beberapa saraf bisa mengurangi sensitivitas Mr. P. Sehingga bisa membuat pria sembuh total dari ejakulasi dini.

Mungkin bagi sebagian pria yang mengalami ejakulasi dini akibat memiliki sensitivitas secara fisik (penis sensitif), operasi ini cukup berhasil.

Tetapi seperti pembahasan sebelumnya, ejakulasi dini tidak hanya diakibatkan oleh penis sensitif, tapi bisa juga akibat pria terlalu sensitif secara psikologis, maupun kombinasi keduanya (sensitif secara psikologis plus secara fisik).

Hingga tulisan ini diterbitkan, menimbang faktor resiko, sebagian besar dokter urologi masih menghindari operasi penis sebagai langkah penyembuhan ejakulasi dini dan menjadikannya sebagai pilihan terakhir jika beragam cara tidak bisa mengatasi pasien ED.

Simak penuturan Dr. Mark Jeffrey Noble ahli urologi dari Urologic Institute of Cleveland Clinic Foundation, ” Operasi penis untuk ejakulasi dini adalah pilihan terakhir jika pasien tidak bisa disembuhkan dengan cara apapun. Karena sampai saat ini belum ada rekomendasi valid dari dunia medis untuk tindakah operasi bedah penis ejakulasi dini “

2. Mengurangi Sensitivitas Penis Dengan Anestesi Topikal (Bius Lokal)

Anestesi topikal atau bius lokal bisa mengurangi sensitivitas penis. Ahli urologi merekomendasikan anestesi topikal sebagai cara instant untuk memperlama hubungan intim.

Anestesi topikal secara sumber bahan / komposisi dibagi dua, yang alami dan kimiawi. Untuk yang alami, yang paling terkenal adalah hajar jahanam. Sedangkan yang kimiawi, bisa menggunakan lidocaine atau benzocaine.

Berdasarkan metode penggunaan bisa berbentuk cream oles, obat semprot, campuran pelumas kondom atau dalam bentuk tisu basah.

Penggunakan anestesi topikal untuk mengurangi sensitivitas penis cukup efektif. Namun tetap disertai beberapa kekurangan.

Untuk yang tipe alami (hajar jahanam, gambir serawak, jamaican stone) kekurangan yang mendasar adalah jika dosis berlebih, terasa panas dan kulit penis serasa terbakar plus bisa kebas (mati rasa/baal) total. Jika kebas total, penis jadi susah tegak dan enggan berdiri.

Sedangkan tipe kimiawi (lidocaine, benzocaine) tidak menimbulkan rasa panas. Namun jika dosis berlebihan efeknya juga sama, membuat penis mati rasa dan tidak mau berdiri. Selain itu, meskipun belum ada penelitian ilmiah, para dokter tidak merekomendasikan penggunaan lidocaine maupun benzocaine jika Anda dan pasangan sedang menjalankan program hamil.

Solusinya, Anda harus trial dan error (mencoba-coba) dosis yang tepat. Karena tiap orang memiliki sensitivitas penis yang tidak sama, maka untuk mendapatkan manfaat anestesi topikal, masing-masing pria harus mencoba-coba sendiri untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Jika berhasil mendapatkan dosis yang tepat, mampu membuat pria normal tahan ML hingga satu jam. Bagi pria ED, meskipun hanya menambah durasi hubungan intim beberapa menit, tetapi cukup lumayan daripada tidak menggunakannya sama sekali.

Lalu bagaimana caranya agar Anda (pria ED), dengan bantuan anestesi topikal mampu bercinta hingga satu jam lebih layaknya pria normal ?

Anda bisa baca ini : 7 Langkah Simpel Atasi Ejakulasi Dini

Bahkan tanpa obat maupun cream oles anestesi topikal, dengan 7 langkah simpel tersebut, Anda mampu bercinta 15 hingga 20 menit (durasi penetrasi). Durasi yang cukup ideal untuk membuat istri orgasme dan menikmati hubungan seksual.

Saran Penggunaan Anestesi Topikal Untuk Mengurangi Sensitivitas Mr. P

Sebagai tambahan saran, jika Anda menggunakan anestesi topikal, Anda harus mencuci sebersih-bersihnya batang senjata Anda sebelum digunakan berhubungan intim.

Sedikit partikel anestesi topikal yang masih tersisa, menempel di sela lipatan / kerutan kecil kulit penis, bisa memberi efek sama terhadap liang kemaluan pasangan Anda.

Liang kemaluan pasangan Anda akan terkena efek “berkurang sensitivitasnya”. Sehingga setelah susah payah penis Anda penetrasi 20 menit lebih, bisa saja pasangan Anda adem ayem tidak bergairah karena Miss V nya terasa baal/mati rasa tidak sensitif.

Jadi cuci berkali-kali dengan sabun hingga yakin senjata Anda benar-benar bersih tidak ada sedikitpun partikel kecil sisa anestesi lokal yang bersembunyi di lipatan / kerutan kulit terkecil senjata Anda.

 

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *